Contoh Pengumpuan, Validitas, dan Analisis Data dalam PTK

Tongsampah - Setelah sebelumnya membahas mengenai Contoh Jenis dan Sumber Data dalam PTK kali ini akan dilanjutkan dengan pembahasan yang sama dan serumpun yaitu PTK bab III dengan judul Contoh Pengumpuan, Validitas, dan Analisis Data dalam PTK. Langsung saja kita simak di bawah ini.

Contoh Pengumpuan, Validitas, dan Analisis Data dalam PTK

1. Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, dan observasi. Penjelasan masing-masing metode tersebut sebagaimana uraian di bawah ini.

a. Metode wawancara.
Menurut Esterberg sebagaimana dikutip oleh Sugiyono (2013), wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. menurut Kusumah dan Dwitagama (2011), wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada subjek yang diteliti. Selain itu menurut Nawawi dan Martini (1992), wawancara merupakan alat yang digunakan dalam berkomunikasi yang berupa pertanyaan lisan, diajukan oleh pengumpul data dan dijawab oleh responden secara lisan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa wawancara merupa-kan suatu kegiatan mencari data melalui tanya jawab secara lisan. Menurut Sugiyono (2013), macam-macam wawancara dibedakan menjadi:

1) Wawancara terstuktur (Structured Interview), merupakan suatu teknik pengu-mpulan data dimana peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Ketika melakukan wawancara, selain harus mem-bawa instrumen sebagai pedoman wawancara maka peneliti dapat meng-gunakan alat bantu recorder, gambar, brosur, dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar.
2) Wawancara semiterstruktur (Semistructure Interview), dimana pelaksanaan wawancara ini lebih bebas dibandingkan dengan jenis wawancara terstruktur karena bertujuan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka dengan meminta pendapat dan ide-ide dari fihak yang diwawancarai.
3) Wawancara tidak terstruktur (Unstructured Interview), merupakan wawan-cara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap dalam pengum-pulan datanya. Pedoman wawancara hanya berupa garis-garis besar permasa-lahan yang akan ditanyakan. Jenis wawancara ini sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau untuk penelitian yang lebih mendalam tentang subjek yang diteliti.

Penelitian tidakan kelas ini menggunakan wawancara tidak terstruktur. Peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang disusun secara sistematis untuk menggali berbagai informasi penting dari guru terkait penerapan tindakan yang dilakukan selama pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atau disebut dengan wawancara bebas. Peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada objek, sehingga dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti.

b. Metode observasi.
Menurut Kusumah dan Dwitagama (2011), pengamatan atau observasi merupakan proses pengambilan data dimana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian. Menurut Sutrisno Hadi sebagaimana dikutip oleh Sugiyono (2013), observasi merupakan suatu proses yang kompleks, yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantaranya yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Jadi dalam suatu observasi seorang peneliti melihat situasi peneliti, fokus terhadap pengamatan dan ingatan. Melalui observasi ini dapat diketahui mengenai kegiatan siswa dalam kesungguhan belajar, mempersiapkan, memperhatikan, dan menanggapi penjelasan dari guru selama pembelajaran. Metode observasi ini digunakan untuk mengamati partisipasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Colomadu Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2013/2014 selama proses penerapan strategi pembelajaran Jigsaw kombinasi Talking Stick.

2. Validitas Data

Menurut Arikunto (2010), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkatan kevalidan atau kesahihan sebuah instrumen. Suatu instrumen dinyatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat.
Menurut Sugiyono (2013), validitas merupakan derajad ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Suatu data dikatakan valid apabila tidak ada perbedaan antar data yang dilaporkan peneliti dengan data yang sesungguhnya.
Ada dua macam validitas penelitian, yaitu validitas internal dan eksternal. Validitas internal berkenaan dengan derajad akurasi desain penelitian dengan derajad akurasi desain penelitian dengan hasil yang dicapai, sedangkan validitas eksternal berkenaan dengan derajad akurasi apakah hasil penelitian dapat digeneralisikan atau diterapkan pada populasi dimana sampel tersebut diambil. Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji credibility (validitas interbal), transferbility (validitas eksternal), dependability (reabilitas), dan confirmability (obyektivitas).
Peneliti ini menggunakan uji kredibilitas triangulasi.

Menurut Sugiyono (2013), triangulasi merupakan pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Secara keseluruhan terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan triangulasi waktu.

Dari ketiga bentuk triangulasi tersebut, penelitian ini menerapkan bentuk triangulasi teknik pengumpulan data. Triangulasi teknik pengumpulan data ini untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, yaitu melalui observasi dan wawancara. Apabila dengan dua teknik tersebut menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data bersangkutan guna memastikan kebenarannya atau mungkin semua dianggap benar karena sudut pan-dangnya berbeda-beda.

3. Analisis Data

Menurut Sugiyono (2013), analisis data merupakan suatu proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara catatatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara: mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting, dan membuat kesimpulan agar mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Analisis data kualitatif bersifat induktif berdasarkan data yang diperoleh, dikembangkan dengan pola hubungan tertentu atau menjadi hipotesis yang kemudian dicarikan data secara berulang-ulang. Setelah itu barulah dapat ditarik suatu kesimpulan apakah hipotesis ditolak atau diterima. Apabila data dikumpulkan secara berulang-ulang dengan teknik triangulasi ternyata hipotesis diterima, maka hipotesis tersebut akan berkembang menjadi teori.
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah pengumpulan data dalam periode tertentu. menurut Miles dan Huberman sebagaimana yang dikutip oleh Sugiyono (2013), aktivitas dalam analisis data ini meliputi data reduction, display, dan conclusion drawing/verification.

Mungkin itu dulu pembahasan mengenai Contoh Pengumpuan, Validitas, dan Analisis Data dalam PTK. Terimakasih.

2 Responses to "Contoh Pengumpuan, Validitas, dan Analisis Data dalam PTK"

  1. sangat tidak membantu

    BalasHapus
  2. apakah dalam sebuah triangulasi khususnya penggunaan untuk sebuah sumber data yang sama, apakah boleh mnggunakan instrumen lebih dari 1? thank you

    BalasHapus

jangan takut berkomentar, karena komentar anda sangat kami butuhkan untuk membangun blog ini agar bisa lebih baik lagi.