7 Teori Belajar dari Mata Kuliah Teori Pembelajaran

7 Teori Belajar dari Mata Kuliah Teori Pembelajaran

7 Teori Belajar meliputi Teori Belajar menurut faculty psychology, ilmu jiwa asosiasi, Classical Conditioning, Operant Conditioning, Gestalt, Medan (Field Theory), dan Humanistik.
Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel Mata Kuliah Teori Pembelajaran dan Definisi Pembelajaran yang merupakan salah satu materi dari mata Kuliah Teori Pembelajaran.
Berikut 7 Teori Belajar dari Mata Kuliah Teori Pembelajaran :
Teori Belajar menurut Faculty Psychology (Ilmu Jiwa Daya /bagian)

Jiwa manusia itu terdiri dari berbagai bagian-bagian
Contoh : daya berfikir, mengamati, mengingat, mengingat dan lain-lain.
Daya-daya ini / bagian-bagian ini dapat berkembang dan berfungsi apabila dilatih dengan bahan-bahan dancara-cara tertentu.
Menurut teori ini, Belajar adalah : Usaha melatih daya-daya agar berkembang sehingga kita dapat berfikir, mengingat dan mengenal dan sebagainya.
Teori Belajar Ilmu Jiwa Asosiasi (Gabungan)

Jiwa manusia terdiri dari asosiasi dari berbagai tanggapan yang masuk dalam ( ke dalam) jiwa manusia lewat Asosiasi bisa terbentuk berkat adanya hubungi stimulus dengan response ( S – R)
Menurut teori ini, Belajar adalah : Membentuk hubungan S – R dan melatih hubungan agar bertalian erat.
Teori Classical Conditioning

Tokoh yang mengemukakan teori ini adalah Ivan Petrovich Pavlov, warga Rusia yang hidup pada tahun 1849-1936. Teorinya adalah tentang condi­tioned reflects.
Pavlov mengadakan penelitian secara intensif mengenai kelenjar ludah. Penelitian yang dilakukan Pavlov menggunakan anjing sebagai objeknya. Anjing diberi stimulus dengan makanan dan isyarat bunyi, dengan asumsi bahwa suatu ketika anjing akan merespons stimulan berdasarkan kebiasaan.
Teori Operant Conditioning

Teori ini dikemukakan oleh Burhus Frederic Skinner.
Ia membedakan tingkah laku responden, yaitu tingkah laku yang ditimbulkan oleh stimulus yang jelas.
Misalnya, kucing lari ke sana kemari karena melihat daging. Operant Behavior adalah tingkah laku yang ditimbulkan oleh stimulus yang belum diketahui, namun semata-mata ditimbulkan oleh organisme itu sendiri, dan belum tentu dikehendaki oleh stimulus dari luar. Misalnya, kucing lari ke sana kemari karena kucing itu lapar, bukan karena melihat daging (Sri Rumini, 1993: 75-76).
Teori Gestalt

Max Wertheimer adalah psikolog Jerman yang menjadi tokoh teori ini.
Penemuan teori gestalt bermula ketika Wertheimer melihat cahaya lampu yang berkedap-kedip saat naik kereta api pada jarak tertentu. Sinar itu memberinya kesan sebagai sinar yang bergerak datang-pergi dan tidak terputus. Gestalt berasumsi, bila suatu organisasi dihadapkan pada suatu problem, kedudukan kognisi tidak seimbang sampai problem itu terpecahkan. Kognisi yang tidak seimbang mendorong organisme untuk mencari keseimbangan sistem mental. Menurut getalt, problem merupakan stimulus sampai didapat suatu pemecahannya. Organisme atau individu akan selalu berpikir tentang suatu bahan agar dapat memecahkan masalah yang dihadapinya sebagai bentuk respons dari stimulus yang berupa masalah tadi.

Teori Medan (Field Theory)

Lingkungan dipandang sebagai gejala yang saling memengaruhi. Teori medan memandang bahwa tingkah laku dan atau proses kognitif adalah suatu fungsi dari banyak variabel yang muncul secara simultan (serempak). Perubahan pada diri seseorang bisa mengubah hasil keseluruhan.

Teori Humanistik

Arthur Combs, Abraham H. Maslow, dan Carl R. Rogers adalah tiga tokoh utama dalam teori belajar humanistik. Berikut uraian pandangan mereka.
Arthur Combs , seorang humanis, berpendapat bahwa perilaku batiniah , seperti perasaan, persepsi, keyakinan, dan maksud, menyebabkan seseorang berbeda dengan orang lain. Untuk memahami orang lain, kita harus melihat dunia orang lain seperti ia merasa dan berpikir tentang dirinya.Pendidik dapat memahami perilaku peserta didik Jika ia mengetahui bagaimana peserta didik memersepsikan perbuatannya pada suatu situasi. Apa yang kelihatannya aneh bagi kita, mungkin saja tidak aneh bagi oranglain.

diatas merupakan salah satu materi dalam mata kuliah Teori Pembelajaran. semoga dapat membantu anda :)
jangan lupa tinggalkan komentar.

4 Responses to "7 Teori Belajar dari Mata Kuliah Teori Pembelajaran"

  1. Makasih, berguna banget, ijin copas ya

    BalasHapus
  2. mau tanyak nii,,
    teori belajar apa ya yang cocok dengan model pembelajaran make a match??
    mohon bantuannya ya..
    :)

    BalasHapus
  3. teori belajar apa yah yg cocok dengan model pembelajaran make a match?
    mohon jawabannya dong
    :)

    BalasHapus

jangan takut berkomentar, karena komentar anda sangat kami butuhkan untuk membangun blog ini agar bisa lebih baik lagi.